You are hereRevolusi melawan Stalinisme
Revolusi melawan Stalinisme
REVOLUTION berkeinginan menggulingkan kapitalisme. Tapi ini bukan akhir perjuangan. Kami ingin bebas – kami ingin membangun sebuah masyarakat tanpa kelas, tanpa hak istimewa untuk lapisan tertentu, tanpa penindasan.
Revolusi di Rusia pada tahun 1917 adalah kemenangan paling besar yang pernah dialami oleh kelas buruh hingga saat ini. Kelas buruh menggulingkan kapitalisme dan meletakkan kekuasaan di tangan dewan-dewan yang terpilih secara demokratis – dewan-dewan tersebut bernama soviet.
Tapi revolusi itu mengalami kemunduran drastis dan akhirnya hancur total. Kita semua patut mempelajarinya agar dapat menghindari kesalahan-kesalahan yang terjadi dalam revolusi itu.
REVOLUTION menyatakan kebenciannya terhadap birokrasi Stalinis yang mengambil alih kekuasaan di Uni Soviet dan yang memerintah di tiap negara ‘sosialis’ yang dibangun atas landasan Stalinis – termasuk Cina, Eropa Timur, Kuba, Korea Utara dan Vietnam.
Hancurkan hak istimewa. Semua pejabat dalam negara kelas buruh tidak boleh mendapatkan gaji yang lebih besar dari gaji rata-rata buruh yang diwakilinya .
Akhiri birokrasi. Semua jabatan negara harus dirotasi.
Dewan buruh harus betul-betul memiliki kekuasaan yang riil. Dewan-dewan buruh yang betul-betul demokratis harus mempunyai kekuasaan, dengan para wakil yang dapat ditanggalkan jabatannya setiap saat dan dipilih dari tiap-tiap tempat kerja dan daerah setempat tanpa memiliki hak istimewa satupun.
letakkan semua perencanaan ekonomi dan semua BUMN di bahwa kekuasaan kelas buruh sendiri, bukan hanya dengan petunjuk dari para birokrat di tengah-tengah.
Menyerukan adanya perjuangan internasional demi sosialisme di tiap negara, sebagai cara satu-satunya untuk menghapus kapitalisme.
Para Stalinis mencuri dari kelas buruh, menghadiahi dirinya masing-masing rumah besar, mobil dan toko-toko spesial dan menolak dikontrol oleh kelas buruh. Mereka memperkenalkan ulang undang-undang yang menindas perempuan, lesbian, gay dan kaum etnis minoritas. Mereka menghancurkan semua organisasi independen kelas buruh.
Di negara-negara Stalinis yang eksis saat ini, misalnya Kuba dan Korea Utara, REVOLUTION menuntut:
Hak sepenuhnya bagi buruh untuk mengorganisir serikat buruh dan partai-partainya.
Kebebasan berbicara.
Kebebasan memberikan suara.
Kesetaraan hak bagi perempuan.
Hapus semua undang-undang anti-homo.
Berikan hak bagi setiap bangsa untuk menentukan nasibnya sendiri, termasuk hak untuk berpisah dari suatu negara Stalinis apabila itu keinginannya.
Aparat negara-negara Stalinis memblokir jalan menuju sosialisme. Untuk membukakannya kembali dan memungkinkan kaum buruh menggunakan kekuasaannya, polisi rahasia, birokrasi dan angkatan bersenjatanya harus dihancurkan:
Agar revolusi kelas buruh menghancurkan aparat negara Stalinis dan memberikan semua kekuasaan kepada dewan-dewan buruh.
Negara-negara Stalinis bukan sosialis. Dan bukan juga kapitalis. Negara-negara tersebut adalah negara buruh di mana kaum birokrat menghentikan transisi menuju masyarakat tanpa kelas dan menggerakkannya kembali ke kapitalisme. Mereka menyelesaikan pekerjaan ini saat ini dalam upaya-upaya mereka untuk memulihkan kembali eksploitasi kapitalis.
REVOLUTION akan mempertahankan segala sesuatu yang eksis di negara-negara Stalinis, yang didapatkan berkat Revolusi Rusia.
Pemulihan kembali ke sistem kapitalis pasar harus dihentikan.
hentikan blokade imperialis terhadap Kuba.
Pertahankan Kuba dan Korea Utara terhadap segala upaya untuk mengembalikan sistem kapitalis, baik yang dilakukan melalui invasi oleh negara-negara imperialis, maupun oleh ‘reformasi’ pasar oleh para pemimpin Stalinis dari dalam. Untuk menghentikan pemulihan total kapitalisme, berjuanglah demi revolusi buruh dan berakhirnya pemerintahan Stalinis.