You are hereEmansipasi untuk kaum lesbian dan gay
Emansipasi untuk kaum lesbian dan gay
Di bawah sistem kapitalis, di mana ‘keluarga’ nuklir (ibu, bapak dan anak) ditetapkan sebagai ‘normal’ demi meneruskan reproduksi generasi pekerja yang berikut, hubungan lesbian dan gay tidak mendapatkan status hukum atau legitimasi sosial yang sama dengan hubungan heteroseksual. Kaum gay dan lesbian mendapatkan diskriminasi di sekolah atau tempat kerja dan dituduh menyebabkan ‘kebejatan moral bangsa’ oleh kaum moralistik. Mereka menjadi sasaran penganiayaan atau penyerangan di jalanan.
Untuk pemuda/pemudi yang lesbian atau gay, kadang mereka mendapat perlakuan yang berbeda di ruang kelas atau di luar sekolah karena seksualitas mereka. Kekerasan anti-homo sering terjadi di sekolah-sekolah, mulai dari caci maki hingga intimidasi dan pemukulan. Pasal 28, yang diperkenalkan oleh Partai Konservatif di Inggris dan kemudian dilanjutkan oleh Partai Buruh, melegitimasi diskriminasi terhadap kaum gay dan lesbian di sekolah-sekolah, dengan melarang ‘penyebaran homoseksualitas’. Dengan demikian, kemampuan guru untuk mendukung dan menasihati para pemuda dengan memberikan informasi tentang seksualitas dibatasi melalui hukum tersebut.
REVOLUTION berjuang untuk:
Legalisasi penuh hubungan seksual kaum lesbian dan gay.
Batas usia minimum yang ditetapkan oleh hukum harus setara antara laki-laki dan perempuan.
Diskriminasi berdasarkan seksualitas harus dilarang.
Pendidikan tentang seks di sekolah-sekolah perlu juga mengikutsertakan informasi tentang homoseksualitas, bukan saja heteroseksualitas
Adanya pembelaan diri yang terorganisir melawan serangan-serangan terhadap kaum lesbian/gay.
Ditiadakannya perbedaan dalam hukum antara hubungan heteroseksual dan homoseksual.
Hak bagi lesbian dan gay untuk bermusyawarah dalam organisasi kelas buruh.